iMindMap Basic
 
 
 
   
 

Receive information for latest events and happenings here!
Sign Up Your E-mail below:

Sign Up!
Unsubscribe Newsletter,
Click here.









Buzan Indonesia
Buzan Asia
Buzan World
Art Costa Centre
Braining Smart Learning
  Articles
DetailArticle
Share |
Learning How to Learn

Prinsip Manajemen Otak yang terakhir adalah Learning How to Learn. Untuk menjelaskan hal ini, saya akan mengambil contoh yang lebih sederhana, yaitu dalam dunia pendidikan atau pembelajaran.

Jika Anda adalah seorang ayah atau Ibu yang mempunyai putra-putri yang sedang menempuh pendidikan di sekolah, saya ingin bertanya sesuatu kepada Saudara. “Jika suatu ketika nilai-nilai rapor atau ulangan anak-anak Anda jelek atau jeblok , apa upaya yang akan Anda lakukan agar nilainya membaik kembali di kemudian hari ?”. Dari ratusan kali seminar yang saya adakan, jawabannya hampir senada , yaitu diikutkan LES atau diminta belajar lebih BANYAK. Harapan Anda sebagai orang tua tentunya adalah agar semakin banyak dan sering mempelajari materi pelajarannya, maka yang akan masuk ke otak juga makin banyak lagi. Apakah pendapat Anda sudah benar ? Mungkin Anda menganggapnya demikian, karena itulah yang biasanya Anda dan orang lain lakukan, bukan ?
Apa yang biasa dilakukan orang tersebut tentu kurang tepat. Keberhasilan sebuah proses belajar tidak hanya ditentukan oleh jumlah materi pelajarannya (atau what to learn-nya), tapi juga pada bagaimana cara menyerap materi pelajaran tersebut (atau how to learn-nya). Buktinya, apa yang tidak bisa anak jawab pada ulangan atau ujiannya, sebagian besar ada dalam buku catatan atau buku cetak pelajarannya. Materi cukup, masalahnya adalah kenapa materi itu tidak bisa diserap semuanya, diingat, atau dimengerti saat ujiannya. Dan itu adalah masalah bagaimana cara belajar atau HOW TO LEARN. Bahkan permasalahan belajar 90 % adalah How to Learn, bukan pada What to Learn. Anda tentu setuju sekarang, bukan ?
Begitu juga dengan permasalahan dalam dunia kerja Anda. Selama ini kita hanya menitikberatkan pada aspek What to Think dan What to Learn saja, misalnya investasi sumber daya manusia perusahaan pada seminar, workshop, dan pelatihan. Namun kita tahu bahwa yang namanya seminar, workshop, dan pelatihan tidak akan langsung dapat memberikan solusi praktis dan nyata terhadap permasalahan mikro dunia pekerjaan. Pada akhirnya para eksekutif perusahaan harus mengandalkan ”otak”-nya, kreativitasnya, dan ”kemampuan cara berpikir”-nya untuk memecahkan masalah pekerjaannya atau membawa suatu inovasi baru dalam kinerjanya. Oleh sebab itu, pengetahuan ”Bagaimana Cara Berpikir & Belajar” atau How to Think dan How to Learn adalah sangat penting dan esensial yang harus dan wajib dimiliki oleh mereka. Salah satu tool How to Think adalah Mind Map atau Mind Mapping yang sudah menjamin kita mengeluarkan seluruh potensi dan kapasitas otak kita dalam berpikir dan belajar.
Pemirsa yang jenius, jadi sekali lagi, mempelajari How to Think dan How to Learn adalah sangat vital dalam meraih kesuksesan kita. Orang bisa saja berhasil mencapai puncak kesuksesan dengan memiliki What to Learn dan What to Think. Namun orang yang bisa mempertahankan puncak kesuksesannya adalah orang yang menguasai How to Think atau How to Learn.
Bahkan, Learning How to Learn is Life’s Most Important Skills.




Komentar Anda:

    OtherArticles

Presentasi yang Mempesona !

The Magic of Colours

"Saklar Otak"

Mengingat Nama Orang

Cara Kita Bepikir Alami : Pancaran Pikiran

The Age Of Intelligence !

Tips Berkonsentrasi Penuh

Personal Learning Style : Pembelajar KINESTETIKAL

Personal Learning Style : Pembelajar AUDITORIAL

Personal Learning Style : Pembelajar VISUAL


Arsip Artikel Klik Disini
 
     
  HOME ABOUT BRAIN WORLD SERVICES PRODUCT EVENTS ARTICLES GALLERIES DOWNLOAD CLIENTS TESTIMONIES CONTACT CERTIFICATION

Copyright 2011-2012 © Brainic Institute. All Rights Reserved.
Design by MATAAIR Media Communication